Foto: Rifkianto Nugroho

Solid Berjangka Makassar – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebutkan aksi mahasiswa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baik di Jakarta maupun daerah merupakan dinamika dalam negara demokrasi. Hal ini disebut tak akan mempengaruhi perekonomian Indonesia, khususnya keuangan perbankan.

Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan mengungkapkan gelombang aksi mahasiswa yang terjadi beberapa waktu terakhir di sejumlah wilayah di Indonesia tak akan mengganggu kepercayaan pada perekonomian Indonesia.

Dia menyebutkan, investor dan nasabah akan tetap mengalirkan modal dan menyimpan dana di perbankan dalam negeri. Menurut dia, aksi yang digelar merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi seperti Indonesia.

“Dinamika politik itu kan biasa dalam demokrasi, yang penting tidak ada kerusuhan saja,” kata Fauzi dalam konferensi pers di Kantor LPS, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Fauzi mengungkapkan, saat ini investor cenderung memperhatikan perkembangan fundamental perekonomian dan dampak perekonomian global. Misalnya suku bunga, prospek pertumbuhan ekonomi, laju inflasi dan aliran modal keluar masuk dari luar negeri.

Dia menyebutkan, tak ada yang perlu dikhawatirkan dari aksi demo terhadap industri perbankan. “Dampaknya minim, kalau dilihat simpanan itukan tergantung suku bunga, ekonomi, inflasi dan aliran modal,” imbuh dia.

Menurut dia, aksi ini berbeda jauh dengan demonstrasi tahun 1998 lalu di mana ada kepentingan politik yang ikut serta. Selain itu kondisi perekonomian nasional yang berbeda tahun 1998 dan sekarang.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebutkan aksi mahasiswa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baik di Jakarta maupun daerah merupakan dinamika dalam negara demokrasi. Hal ini disebut tak akan mempengaruhi perekonomian Indonesia, khususnya keuangan perbankan.

Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan mengungkapkan gelombang aksi mahasiswa yang terjadi beberapa waktu terakhir di sejumlah wilayah di Indonesia tak akan mengganggu kepercayaan pada perekonomian Indonesia.

Dia menyebutkan, investor dan nasabah akan tetap mengalirkan modal dan menyimpan dana di perbankan dalam negeri. Menurut dia, aksi yang digelar merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi seperti Indonesia.

“Dinamika politik itu kan biasa dalam demokrasi, yang penting tidak ada kerusuhan saja,” kata Fauzi dalam konferensi pers di Kantor LPS, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Fauzi mengungkapkan, saat ini investor cenderung memperhatikan perkembangan fundamental perekonomian dan dampak perekonomian global. Misalnya suku bunga, prospek pertumbuhan ekonomi, laju inflasi dan aliran modal keluar masuk dari luar negeri.

Dia menyebutkan, tak ada yang perlu dikhawatirkan dari aksi demo terhadap industri perbankan. “Dampaknya minim, kalau dilihat simpanan itu kan tergantung suku bunga, ekonomi, inflasi dan aliran modal,” imbuh dia.

Menurut dia, aksi ini berbeda jauh dengan demonstrasi tahun 1998 lalu di mana ada kepentingan politik yang ikut serta. Selain itu kondisi perekonomian nasional yang berbeda tahun 1998 dan sekarang – Solid Berjangka Makassar