Mengenal Tujuh Wilayah Adat Papua yang Jadi Dasar Pemekaran

Solid Berjangka Makassar – Papua akan sesuai dengan wilayah-wilayah adatnya. Presiden Joko Widodo sudah setuju. Ada tujuh wilayah adat di.

Dilansir situs Indonesia.go.id yang dikelola pemerintah, Rabu (29/10/2019), rencana pemekaran yang diungkapkan tokoh-tokoh Papua ke Presiden Jokowi pada 10 September lalu atas tujuh wilayah adat.

Dilansir situs Badan Penghubung Daerah Provinsi Papua, 7 wilayah adat itu terdiri dari 5 wilayah adat di Provinsi Papua saat ini, dan 2 wilayah adat di Provinsisaat ini.

Wilayah-wilayah adat ini digunakan untuk mengelompokkan suku-suku di Papua, suatu fakta kebhinnekaan yang perlu dijaga. Sejak dahulu, orang asli Papua sudah mengenal batasan-batasan wilayah berdasarkan pembagian suku. Batasan-batasan pembagian suku ini diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang. Konsep pembagian suku didasarkan atas hubungan kekerabatan, perkawinan, hak ulayat, tipe kepemimpinan, ciri-ciri fisik, hingga geografis.

Pemerintah Belanda dan ilmuwan Barat kemudian membuat pemetaan konsep pembagian enam wilayah administrasi berdasarkan faka budaya itu. Hasilnya adalah ‘Pembagian 6 Wilayah Administratif oleh Pemerintah Belanda’, ‘Culture Provinsi oleh GJ Held’, ‘Wilayah Gaya Seni oleh Wingert, Rapl Linton, A Gerbrands dan S Koijman’. Konsep-konsep itu kemudian diadopsi dalam Pemetaan Suku Bangsa di Tanah Papua oleh Dewan Adat Papua (DAP), antropolog Universitas Cenderawasih, Summer Institute of Linguistic (SIL), dan Dinas Kebudayaan pada tahun 2008.