Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.

Solid Berjangka Makassar – Kemarin menjadi hari pertama perdagangan di bulan Mei untuk pasar saham Amerika Serikat. Investor Wall Street diimbau agar tidak lagi menggunakan mitos kuno Sell in May and Go Away (SMGA) atau jual saham di bulan Mei dan pergi.

Dikutip dari CNN, Selasa (4/5/2021) Kepala Investasi Strategi dan Solusi Multi-aset di Voya Investment Management, Paul Zemsky mengingatkan, di awal 2021 ini masih banyak perusahaan yang akan mengumumkan pendapatan, melakukan akuisisi, dan go public.

Federal Reserve juga terus bertemu pemerintah untuk mengeluarkan data tentang pasar kerja, penjualan ritel, inflasi, dan banyak hal lainnya. Dengan demikian, seharusnya investor memperhatikan berita utama terkait pasar saham, bukan berpikir bulan apa hari ini.

“Tidak ada bukti dalam bentuk apa pun bahwa Sell in May and Go Away akan menambah nilai. Kami menyukai saham dan tidak akan mengubah opini itu hanya karena kalender menyebutkan Mei. Fundamental tetap kuat dan itulah yang kami lihat. Perekonomian berada pada pijakan yang bagus,” kata Zemsky.

Ahli Strategi di UBS Global Wealth Management mengungkap pendapatan perusahaan untuk kuartal I-2021 telah solid secara keseluruhan, dan prospek perusahaan selama sisa tahun ini juga sehat. Dia mengimbau agar investor tetap menanam saham di bulan Mei ini.

“Kami merekomendasikan investor tetap berinvestasi, mendiversifikasi eksposur, dan tetap mengontrol rencana kekayaan mereka,” katanya.

Perlu juga diperhatikan bahwa menjual saham pada bulan Mei merupakan cara baik agar investor kehilangan keuntungan. Jika kilas balik, pada Mei-Oktober tahun lalu, S&P 500 melonjak 12%.

Menurut data yang dikumpulkan oleh LPL Financial, S&P 500 rata-rata mengalami kenaikan 3,8% antara Mei dan Oktober selama 10 tahun terakhir. Satu-satunya saat pasar turun pada 2011, penurunan 8,1% dan pada 2015, ketika indeks turun hanya 0,3%.

Dengan bukti tersebut, Kepala Strategi Pasar LPL Financial Ryan Detrick tidak menyarankan investor untuk mengikuti strategi “jual di bulan Mei”.

Mengutip dari CNBC Indonesia mitos Sell in May and Go Away menyebut 6 bulan antara Mei-Oktober akan menjadi periode negatif pada pergerakan pasar saham, yang sering dikatakan sudah didasari catatan historis dibanding 6 bulan sebelumnya yaitu November-April.