https: img.okezone.com content 2021 04 06 278 2389978 saham-saham-yang-bisa-dilirik-selama-puasa-7blaBKtyUe.jpg

Solid Berjangka Makassar – Saham di sektor konsumer dan peritel bisa menjadi pilihan bagi investor saat Ramadan dan Lebaran tahun ini. Namun, ada hal lain yang juga harus diperhatikan yakni daya beli masyarakat.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, fenomena yang banyak terjadi di mana pelaku pasar menilai bahwa pada bulan Puasa atau Ramadan biasanya diikuti peningkatan daya beli masyarakat, belum lagi ada pembagian THR, bonus dan lain sebagainya.

“Yang mana dipersepsikan akan terjadi peningkatan daya beli masyarakat, sehingga pelaku pasar menilai daya beli masyarakat bisa mengalami peningkatan,” ujar Reza kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (6/4/2021).

Dengan adanya sentimen tersebut, Reza menyebut beberapa saham sektor konsumer dan peritel bisa dimanfaatkan investor, seperti yang bergerak di bidang makanan-minuman PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), kemudian emiten peritel PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), emiten Alfamart PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), emiten Indomart PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

“Biasanya kan emiten-emiten yang bergerak di bidang makanan-minuman yang menjadi perhatian pelaku pasar, tapi kan yang biasanya dibeli pelaku pasar kan ICBP, kemudian emiten ritel biasanya ada Ramayana,” kata dia.

“Kemudian karena sekarang ada emiten Alfamart dan Indomart itu mungkin menjadi pilihan juga untuk pelaku pasar, termasuk emiten kebutuhan non pokok seperti handphone yaitu ritel IT itu seperti Erajaya biasanya yang menjadi pilihan pelaku pasar,” sambungnya.

Namun, dengan adanya dampak pandemi Covid-19, Reza menyebut bahwa saham-saham tersebut masih harus diperhatikan lagi kinerjanya karena tahun ini masih ada imbas dari pandemi terhadap perekonomian.

“Maka apakah emiten-emiten bisa menjadi pelaku pasar itu masih menjadi pertanyaan juga, karena yang tadi kita lihat daya beli atau pendapatan masyarakat mengalami peningkatan di periode sekarang atau tidak itu belum terlihat, makanya itu yang harus kita lihat dulu karena perusahaan masih melihat kondisi keuangannya dulu, bisa saja mereka yang terimbas pandemi tidak membagikan THR,” ucapnya.

Kepada investor, Reza juga menyampaikan bahwa jika dilihat dari pola yang ada saat ini maka sebaiknya investor juga perlu melihat kondisi makro ekonomi, seperti indeks kepercayaan konsumen yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Tidak hanya itu, investor juga bisa memperhatikan kinerja keuangan sejumlah emiten tadi selama periode lebaran tahun lalu seperti apa, sebab tahun ini menurutnya masih dalam pemulihan.

“Terlepas dari kondisi lebaran, kita juga harus liat sentimen yang ada, katakanlah ada sentimen lain yang bisa mempengaruhi pergerakan harga komoditas walaupun itu ga berkaitan dengan momentum bulan puasa dan lebaran itu juga harus jadi pertimbangan pelaku pasar,” tuturnya.