SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA

SOLID BERJANGKA MAKASSAR – Tahun 2008 menjadi tahun paling buruk dalam hidup Zhong Xiaowei. Pasalnya saat itu, pria yang lahir pada 1963 itu divonis mengidap HIV. Percaya bahwa virus ini akan segera merenggut nyawanya, Zhong kemudian menjalani hidupnya dengan pasrah menanti kematian.

Zhong diketahui menjalani hidup demikian selama 7 tahun lamannya. Zhong lahir dari keluarg yang seba kekuarangan. Ia Ditinggalkan sang ayah saat masih kecil karena penyakit paru-paru dan hal ini membuat ibunya harus mengambil peran sebagai kepala keluarga. Kondisi ekonomi yang sulit pada akhirnya membuat Zhong menyerah dengan penyakitnya.

Ia bahkan terpaksa berhenti sekolah demi membantu kehidupan keluarga. Pada 1996, Zhong merasa bosan dengan hidupnya dan hal ini membuat ia terjerumus pada obat-obatan terlarang. Satu dekade kemudian, dia akhirnya mulai memperbaiki hidupnya. Zhong secara keseluruhan membuang kebiasaanya mengonsumsi heroin dan berencana membuka bisnis restoran.

Ia bahkan berencana untuk menikahi pacarnya pada musim semi tahun 2009. Dan sebelum menikah, keduanya sepakat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan pada Desember 2008. Hasil pemeriksaan itu sangat mengejutkan karena Zhong diklaim positif terinfeksi HIV. Ia langsung percaya dengan vonis tersebut mengingat ia kerap mengonsumsi heroin dengan cara suntik.

Hidup Zhong berubah menjadi menyedihkan setelah vonis itu. Kekasihnya meninggalkannya dan semua anggota keluarganya memutuskan semua komunikasi dengannya. Namun Zhong sendiri mengaku perlakuan keluarganya itu tak membuat ia terbebani karena baginya ia hanya perlu menunggu mati.

Dia mulai menghabiskan seluruh waktunya di dalam apartemennya yang lusuh dengan tirai yang selalu ditutup. Ia menolak minum obat apa pun, dengan harapan bisa mempercepat kematiannya. Sambil menunggu mati, Zhong mengatakan bahwa ia tidak pernah berani tidur di tempat tidurnya sendiri dan hanya terbaring di sofa setiap malam selama 7 tahun.

Sempat terlintas di benak Zhong untuk mengakhiri hidup tapi ia tak mau membuat ibunya kecela. Selama tahun-tahun itu, ia hidup dengan tunjangan kesejahteraan dari pemerintah. Untuk mendapatkan uang tunjangan itu, Zhong harus melakukan pemeriksaan rutin terkait penyakitnya itu.

Hingga suatu hari pada satu pemeriksaan tahunan pada Desember 2015, pria keempat dari 5 bersaudara ini beberapa waktu lalu menemukan kenyataan yang mengejutkan. . Saat duduk di ruang tunggu, dia mulai membaca beberapa materi tentang HIV dan menemukan bahwa dia tidak menunjukkan gejala yang sama dengan orang-orang yang telah terinfeksi oleh virus tersebut.

Bingung dengan apa yang telah dia temukan, dia pergi ke Rumah Sakit Huaxi Universitas Sichuan pada Hari Natal untuk tes darah. Hasilnya sungguh mengejutkan karena ia dinyatakan negatif untuk HIV. Zhong Xiaowei kemudian terkonfirmasi bebas dari HIV.

no_hiv2.jpg

Namun petugas medis juga menguji ulang sampel darah Zhong dari tahun 2008 dan hasilnya kembali positif. Zhong menuduh pihak yang memeriksanya dulu telah menukar darahnya. Pria ini kemudian menyesalkan hal tersebut yang telah menghancurkan hidupnya.

Awal Desember 2017, Zhong berencana mengajukan tuntutan kepada pihak yang memerisanya dulu untuk menuntut permintaan maaf dan kompensasi dari kedua organisasi kesehatan yang ada di Chengdu atas semua penderitaan yang dirasakannya selama 7 tahun terakhir. Zhong menjelaskan telah melakukan laporan tahunan tentang penyakitnya tanpa ada catatan aktual atau keterangan jelas tentang kondisinya – SOLID BERJANGKA