Foto: Andhika Akbarayansyah

solid gold makassar  РPerkembangan bisnis kelam lewat internet terus meluas, salah satunya adalah prostitusi online. Belakangan kasus ini hangat muncul ke permukaan pasca artis Vanessa Angel diciduk polisi di Surabaya.

Pengamat Sosial Vokasi UI, Devie Rahmawati menyebutkan setidaknya ada empat faktor yang membuat masyarakat mau mengeluarkan uang untuk prostitusi. Empat faktor tersebut adalah Biologis, Historis, Psikologis, dan Sosiologis.

“Yang pertama itu secara kebutuhan biologis, banyak orang yang hidupnya makin stress. Maka dia cari pelarian lewat seks, salah satunya ya mengeluarkan uang untuk prostitusi,” ungkap Devie.

Faktor berikutnya adalah faktor psikologis, menurut Devie banyak orang yang tidak bisa memuaskan nafsunya, dan secara psikologis ingin memiliki kontrol terhadap pasangan seksnya.

“Maka dia beli seks untuk ambil kontrol, memanfaatkan orang lain untuk diambil kontrol seksualnya. Jadi dia bisa eksplorasi dirinya lebih banyak,” kata Devie.

Selanjutnya, Devie memaparkan bahwa faktor historis dalam kehidupan seseorang juga bisa mendorong orang itu untuk membelanjakan keuangannya untuk prostitusi.

“Misalnya, pernah dapet peristiwa nggak enak pas kecil, dikasarin atau yang lain. Orang itu mau lupain masalah itu, larinya ke seks, keluarin uang untuk seks,” ungkap Devie.

Lebih lanjut, Devie memaparkan ada survei di enam negara Eropa, yang diikuti oleh 700 orang laki-laki. Mayoritas laki-laki yang sering mengeluarkan uang untuk seks merupakan orang yang kurang edukasi terhadap perempuan.

“Jadi kurang edukasi terhadap perempuan. Dari kecil misalnya nggak diajarin bagaimana bersikap nyaman ke perempuan, jadi dia beli seks buat dapetin itu,” ungkap Devie.

Faktor yang terakhir menurut Devie adalah faktor sosiologis. Menurutnya di tengah pergeseran budaya prostitusi seolah bukan lagi hal yang tabu. “Semua orang makin mudah melakukannya, secara sosial seperti lumrah aja,” katanya – solid gold