SOLID GOLD BERJANGKA – Gelaran Gala Balet Indonesia kedua segera hadir pada 23 September 2017 di Teater Jakarta. Lewat tarian CANdoDANCE yang diciptakan oleh Candoco Dance Company asal Inggris, ada 14 penari difabel dan non difabel yang akan memeriahkan.

Proses tari CANdoDANCE dimulai dari audisi yang menyaring 30 orang penari. Lalu terpilihlah 14 penari yang terdiri dari 6 penari difabel bisu-tuli dan 8 penari non difabel.

“Ke-14 penari ini datang dari beragam kiblat dunia tari,” tutur salah seorang pendiri Ballet ID, Mariska Febriyani di Gedung Kesenian Jakarta, akhir pekan lalu.

Mulai dari tari tradisional, balet klasik, kontemporer, hip hop, dan KPop Dance. Sebagian besar juga bukan penari yang berasal dari pendidikan seni tari maupun penari profesional.

Penari Tanja Erhart asal Inggris mengungkapkan pelajaran menari sejak keci. “Ini hasrat saya sejak terjun dari awal. Saya senang bernyanyi dan belajar seni tari. Setelah saya bergabung di dance company, saya mulai tekun menjalaninya,” ungkap perempuan yang menjadi penari difabel profesional.

Tanja Erhart kehilangan kakinya sejak usia 6 tahun. Namun, dengan tiga kaki dia tetap belajar menari, entah bersama dengan kursi roda atau tongkatnya. Sejak tahun 2014, penari yang merupakan sarjana antropologi ini bergabung dengan Candoco Dance Company di London.

WHAT WILL HAPPEN WHEN THE BEST BALLET DANCERS FROM INDONESIA, KOREA, CZECH REPUBLIC AND AUSTRALIA ARE SHARING THE SAME STAGE?

To commemorate Indonesia and Korea’s 70th Independence Days, The First Indonesian Ballet Gala presents the first ever international ballet collaboration where Indonesian top dancers from Ballet Sumber Cipta, Marlupi Dance Academy and Namarina Youth Dance will dance along world-class ballet dancers from Korean National Ballet and award-winning ballet stars from Australia and Czech Republic from the West Australian Ballet and Bayerisches Staatsballett.

Together, they will present original as well as much-loved repertoires, such as:

  • Ballet Indonesia: Original dance fusion between Indonesian traditional dance and classical ballet technique based on Indonesian folklore and culture
  • Excerpts from “Giselle”, “Swan Lake” and “Don Quixote”
  • Excerpts from “Prince Hodong” ballet, taken from Korean traditional tale. This show has been restaged many times and was a sold-out in Italy
  • Various Contemporary Ballet, as choreographed by Stuttgart Ballet choreographers

By joining us in this Gala, you are more than supporting an event, you are supporting Indonesian talents to push boundaries and to leave their marks in the international ballet scene!