SOLID GOLD BERJANGKA – Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan dia beserta 4 wakilnya akan menyatakan sikap resmi terkait dengan pengguliran dan pembentukan pansus angket KPK oleh DPR. Hal itu diputuskan setelah jajarannya menerima masukan dari para ahli.

“Besok pagi kita berlima, pimpinan, sudah sepakat mengenai sikap kita. Karena sudah dua hari kita mendapatkan masukan dari para ahli,” kata Agus di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Agus menyebut para ahli mengatakan Pansus Angket KPK cacat hukum. Karena itu, pihaknya akan segera mengambil sikap.

“Saya pertama gini, tadi kan, kemarin sama tadi ada masukan dari ahli hukum tata negara, bahkan tadi ada kajian dari Asosiasi Ahli Hukum Tata Negara. Itu pertama kita akan merapatkan sikap KPK terhadap angket ini,” tuturnya.

“Karena kalau saran ahli, ini cacat hukum. Makanya kami akan tentukan sikap,” ucap Agus.

Pengguliran angket KPK sendiri menuai banyak kritik. Dari ahli hingga seniman menyatakan angket yang digalakkan DPR hanya akan melemahkan dan mempersulit kinerja KPK.

Presiden Joko Widodo pun ingin KPK tetap kuat. Presiden Jokowi menolak jika ada upaya mendegradasi lembaga antirasuah tersebut.

“Jadi kita perlu KPK yang kuat, KPK yang independen, dan pemikiran tersebut harus menjadi sebuah landasan dalam rangka upaya kita bersama untuk pemberantasan korupsi. Dan pemikiran ini harus menjadi landasan kita bersama dalam semua langkah, dalam setiap pembuatan keputusan. Jangan ada pikiran-pikiran melemahkan KPK, tidak boleh,” kata Jokowi, Selasa (13/6).

Hal serupa disampaikan Wapres Jusuf Kalla. Dia memastikan pemerintah tidak menyetujui adanya pelemahan KPK.

“Seperti dikatakan Pak Presiden, ini pemerintah tidak setuju pelemahan. Kalau mau penguatan atau ada suatu perubahan sistem, sedikit-sedikit. Kan memang 15 tahun ini KPK perlu dievaluasi,” tutur JK dalam kesempatan berbeda, Selasa (13/6).