Australia Mengalami Resesi: Apa Pengaruhnya Bagi yang Tinggal di Australia?

SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – Australia mengumumkan telah keluar dari kondisi resesi ekonomi. Resesi yang terjadi di negeri kangguru ini merupakan yang pertama sejak 30 tahun.

Melansir Asia Times, Rabu (2/12/2020), Biro Statistik Australia resmi merilis pertumbuhan ekonomi Australia telah berada di angka positif 3,3% pada Juli-September dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Kembalinya pertumbuhan ekonomi ini terjadi setelah rekor kontraksi hingga 7% pada kuartal Juni dan penurunan 0,3% pada kuartal pertama tahun 2020.

Transmisi lokal penyebaran COVID-19 di Australia dinilai sudah mulai terkendali. Data resmi pun menunjukkan bisnis telah mulai pulih dan pengeluaran konsumen telah meroket.

Biro Statistik Australia mengatakan pengeluaran konsumsi rumah tangga masyarakat menjadi bagian paling besar yang mendorong pemulihan ekonomi negeri kangguru. Konsumsi lokal naik 7,9% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Tapi, Gubernur Bank Sentral Australia Philip Lowe memperingatkan bahwa indikator ekonomi positif bisa saja menutupi kesulitan yang masih ada. Dia menilai belum semua sektor mengalami perbaikan ekonomi.

“Angka-angka ini… tidak bisa menyembunyikan kenyataan bahwa pemulihan akan tidak merata dan bergelombang dan akan berlarut-larut. Beberapa bagian ekonomi berjalan cukup baik, tetapi yang lain berada dalam kesulitan yang cukup besar, “kata Lowe.

Bank Sentral Australia sendiri telah memperkirakan ekonomi negara tidak akan kembali ke level sebelum pandemi hingga akhir 2021.

Namun yang unik adalah pertumbuhan positif ini datang meskipun negara bagian Victoria, yang biasanya menyumbang sekitar 25% dari output ekonomi di Australia mengalami lockdown. Seperti diketahui, upaya lockdown membuat ekonomi terkekang.

Kini di Australia, sekitar 1 juta orang kehilangan pekerjaan mereka dan banyak lagi yang dipaksa untuk mengambil pemotongan gaji, atau jam kerja mereka dipotong. Pengangguran dinilai masih akan bertambah, dengan tingkat pengangguran naik menjadi 7% di bulan Oktober.

Sebagai tanggapan, pemerintah dan bank sentral telah memulai program pengeluaran stimulus besar-besaran, memompa miliaran dolar ke dalam perekonomian untuk mencegah depresi besar-besaran.

Bulan lalu, Reserve Bank of Australia juga memangkas suku bunga ke rekor terendah 0,10% karena berusaha membantu mempercepat pemulihan.

Negara ini juga relatif berhasil dalam respons kesehatan pandemi hingga saat ini, mencatat hanya di bawah 28.000 kasus dan 980 kematian.