Foto: ABC Australia

Solid Gold Berjangka Makassar – Wabah Virus Corona yang merebak ke berbagai negara telah menewaskan 132 orang di China. Lebih dari 6.000 kasus pun telah dikonfirmasi di seluruh dunia. Akibatnya pasar keuangan di berbagai negara ikut tertekan, terlebih di Hong Kong.

Indeks benchmark Hang Seng mencatat pasar Hong Kong anjlok hingga 3% pada pembukaan pasar dan berakhir di angka 2,3% pada hari pertama perdagangan saham. Hal itu terjadi karena banyak investor yang mengkhawatirkan penyebaran virus corona yang terus meningkat dan mengancam perekonomian global.

“Pasar Hong Kong kemungkinan akan terus terpuruk terutama karena pasar di China masih ditutup setelah tahun baru Imlek,” ujar Analis Pasar Senior untuk Asia Pasifik di Oanda Jeffrey Halley, dilansir dari CNN Business.

Halley juga menuturkan maskapai penerbangan utama Hong Kong Cathay Pacific yang mengurangi penerbangan ke dan dari China hingga akhir Maret mendatang berdampak buruk pada pembukaan saham.

“Akibatnya, saham Cathay Pacific bernama (CPCAY) turun 2,8% di Hong Kong pada hari ini,” ungkapnya.

Selain itu, maskapai penerbangan China Timur, Air China dan China Selatan yang ada di Hong Kong ikut turun lebih dari 3%.

Meski demikian, ada saham yang tumbuh pada pembukaan perdagangan pertama ini. Misalnya perawatan kesehatan di Hong Kong, Laboratorium Venture Pharm meroket 230%, meskipun sekitar 37 sen Hong Kong sama dengan 5 sen AS. Sebab diketahui, perusahaan riset farmasi China ini sedang bekerja dengan kelompok riset klinis untuk mencoba mengembangkan obat untuk virus tersebut.

IHSG Ditutup Stagnan di 6.113

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup stagnan. IHSG hanya naik 1,8 poin (0,03%) ke 6.113.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sore ini berada di level Rp 13.628.

Pada pra perdagangan, IHSG naik 11,9 poin (0,19%) ke 6.123. Indeks LQ45 bertambah 3 poin (0,3%) ke 1.003.

Pada pembukaan perdagangan, Selasa (28/1/2020), IHSG naik 16 poin (0,27%) ke 6.127. Indeks LQ45 bertambah 4 poin (0,4%) ke 1.004.

Hingga sesi I berakhir, IHSG naik 13 poin (0,21%) ke 6.124. Sedangkan indeks LQ45 menguat 1,9 poin (0,2%) ke level 1.002.

Pada sesi II, IHSG ditutup naik tipis 1,8 poin (0,03%) ke 6.113. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,3 poin (0,03%) ke level 1.000.

Perdagangan saham ditransaksikan 413.103 kali dengan nilai Rp 6,3 triliun. Sebanyak 198 saham menguat, 210 saham turun, dan 133 saham stagnan.

Sementara itu, Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 28,722.85 (+0.66%), NASDAQ ditutup 9,269.68 (+1.43%), S&P 500 ditutup 3,276.25 (+1.01%).

Bursa Amerika serikat ditutup menguat setelah investor mengatasi kepanikan seputar wabah virus Corona. Di sisi lain, Pelaku pasar juga mencermati musim laporan keuangan yang baru saja dirilis dari emiten Pfizer yang mencatatkan kinerja di bawah ekspektasi dan Harley Davidson yang mencatatkan kinerja di atas ekspektasi. Selain itu, Data durable goods Amerika Serikat untuk bulan desember juga mencatatkan pertumbuhan sebesar +2.4% YoY.

Bursa Asia sore ini mayoritas bergerak positif, berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 naik 163 poin ke 23.379
  • Indeks Hang Seng turun 789 poin ke 27.160
  • Indeks Shanghai libur
  • Indeks Strait Times naik 1,3 poin ke 3.182