SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR –¬†Perkembangan teknologi yang kian pesat mulai berdampak di sektor perbankan. Jaringan Komunikasi Serikat Pekerja Perbankan (Jarkom SP Perbankan) menyebut sudah ada 50.000 karyawan bank yang di-PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja akibat digantikan mesin.

Anggota Jaringan Komunikasi Serikat Pekerja Perbankan Abdoel Mujib mengatakan PHK di sektor perbankan ini sudah terjadi sejak 2016. Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada 50.000 lebih karyawan bank yang kena PHK.

“Sudah sejak 2016 PHK terjadi, sampai saat ini atau akhir 2018 kemarin mungkin sudah 50.000 lebih,” ungkap Abdoel.

Abdoel menjelaskan, PHK terjadi dalam rangka efisiensi perusahaan. Sejumlah profesi seperti teller, customer service, hingga sales perbankan mulai dikurangi secara perlahan.

“Misalnya di bagian divisi penjualan atau sales itu ter-reduce (berkurang) hingga 80%. Kemudian, divisi pelayanan di mana teller-teller sudah ditinggalkan nasabah sehingga bank kurangi jumlahnya,” ungkapnya.

Kondisi ini tercermin dari mulai banyaknya ATM setoran tunai atau Deposit Cash Machine. Karenanya, serikat pekerja meminta regulator untuk bisa menerima keluhan dan ketakutan dari karyawan.

Abdoel mengatakan, sesuai dengan dalam pasal 151 ayat (1) UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan) disebutkan bahwa pengusaha, pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh, dan pemerintah, dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kami ingin ada grand design dari industri perbankan yang tetap memperhatikan karyawannya. Kami berharap PHK tidak terjadi ke depannya,” tuturnya –¬†SOLID GOLD BERJANGKA