SOLID GOLD BERJANGKA – Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, menyerang pendeta yang menyelanya saat mengkritik capres Partai Demokrat Hillary Clinton di gereja. Trump menuding pendeta wanita itu memiliki motif politik saat memotong ucapannya.

Seperti dilansir AFP, Jumat (16/9/2016), Trump untuk pertama kalinya berkunjung ke Flint, Michigan, yang sempat dilanda krisis kesehatan yang dipicu suplai air minum yang terkontaminasi. Pengusaha real estate asal New York itu tampil berbicara di gereja Bethel United Methodist Church pada Rabu (14/9).

Dalam pernyataannya kepada Fox News pada Kamis (15/9), Trump merasa ada yang aneh ketika pendeta Faith Green Timmons dari gereja tersebut memperkenalkan dirinya. “Saya menduga ada sesuatu tidak enak yang akan terjadi,” ucapnya.

“Semua orang memainkan permainan, itu tidak mengganggu saya,” sebut Trump, merujuk pada dugaan pendeta Timmons memiliki motif politik.

“Dia sangat gugup, dia seperti gugup parah,” imbuhnya soal pendeta Timmons.

Menanggapi serangan Trump untuk pendeta Timmons, Hillary ikut berkomentar. Hillary kembali berkampanye di North Carolina pada Kamis (15/9), usai tiga hari penuh beristirahat setelah didiagnosis pneumonia atau infeksi paru-paru.

“Dia (Trump-red) menyebutnya gugup parah. Itu tidak hanya menghina, tapi juga salah besar. Dia (pendeta Timmons-red) menjadi batu kokoh bagi jemaatnya saat masa-masa sulit. Dia layak mendapatkan lebih baik (dari kritikan Trump),” tegas Hillary membela pendeta Timmons di sela-sela kampanyenya.

Insiden ini berawal saat Trump yang berbicara di hadapan jemaat gereja yang mayoritas keturunan Afrika-Amerika itu, tiba-tiba mengkritik Hillary yang ditudingnya gagal dalam perekonomian dan juga kebijakan luar negeri. “Semua yang dia sentuh tidak berhasil. Tidak ada,” sebut Trump saat itu.

Saat Trump hendak melanjutkan kritikannya untuk Hillary, pendeta Faith Green Timmons berjalan ke podium, kedua tangannya terkatup dan menyela Trump. “Tuan Trump, saya mengundang Anda ke sini untuk berterima kasih kepada kami atas apa yang kita lakukan di Flint, bukan memberikan pidato politik,” ucap pendeta Timmons.

“Oke. Itu baik. Maka saya akan kembali pada soal Flint, oke?” ujar Trump melanjutkan pidatonya sembari terlihat agak bingung.