SOLID GOLD BERJANGKA – Menjelang kedatangan Raja Arab Saudi ke Indonesia pada Oktober 2016 mendatang, berbagai peluang kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi dijajaki, mulai dari proyek pembangunan kilang minyak hingga pembangkit listrik.

Salah satu peluang yang ditawarkan Arab Saudi pada Indonesia adalah bisnis penjualan avtur di Bandara King Fahd. BUMN perminyakan Indonesia, PT Pertamina (Persero), berpeluang menjual avtur di bandara Arab Saudi tersebut.

“Menyangkut avtur, jadi nanti Pertamina bisnis avtur di King Fahd Airport. Mereka minta Pertamina main di situ,” ungkap Plt Menteri ESDM, Luhut Binsar Panjaitan, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Luhut menambahkan, Pertamina diminta menjadi pemasok avtur di Bandara King Fahd untuk meramaikan persaingan bisnis avtur di sana. “Pertamina tentu punya pengalaman, mungkin mereka bikin supaya jangan satu (pemasok), supaya servisnya lebih baik,” tuturnya.

Peluang-peluang kerja sama dengan Arab Saudi ini, termasuk bisnis avtur di Bandara King Fahd, akan dibicarakan lebih lanjut pekan depan. Diharapkan semuanya bisa terealisasi, tidak hanya menjadi wacana saja.

“Jadi nanti tim akan berangkat ke Saudi minggu depan untuk finalisasi proyek-proyek itu. Jangan nanti hanya datang tanda tangan-tanda tangan, saya nggak mau, harus kongkrit,”

“Menyangkut avtur, jadi nanti Pertamina bisnis avtur di King Fahd Airport. Mereka minta Pertamina main di situ,” ungkap Plt Menteri ESDM, Luhut Binsar Panjaitan, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Luhut menambahkan, Pertamina diminta menjadi pemasok avtur di Bandara King Fahd untuk meramaikan persaingan bisnis avtur di sana. “Pertamina tentu punya pengalaman, mungkin mereka bikin supaya jangan satu (pemasok), supaya servisnya lebih baik,” tuturnya.

Peluang-peluang kerja sama dengan Arab Saudi ini, termasuk bisnis avtur di Bandara King Fahd, akan dibicarakan lebih lanjut pekan depan. Diharapkan semuanya bisa terealisasi, tidak hanya menjadi wacana saja.