SOLID GOLD BERJANGKA – Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, untuk melihat langsung potensi pangan.

“Sulawesi Barat itu adalah daerah yang baru, boleh dikatakan pemekaran, ini sangat bagus untuk kita bangun, apa keunggulannya sesuai dengan agro, dengan kulturnya,” kata Amran di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Kamis (27/4/2017).

Amran menyebutkan, Sulawesi Barat khususnya di Kabupaten Mamuju memiliki produk agro yang bisa dikembangkan, seperti kakao, sawit, jagung dan juga peternakan.

“Pertama Kakao, sawit kita dorong, kemudian jagung, dan ternaknya, ini harus kita dorong,” jelasnya.

Amran mengatakan, selama ini produktivitas tanaman-tanaman pangan unggulan di Kabupaten Mamuju belum tergarap dengan maksimal.

“Kita melihat potensi jagung yang selama ini tidak tergarap, ada sawit di sini kami integrasikan sawit dengan jagung, insya Allah kita dorong di sini,” ungkapnya.

Jika sudah tergarap dengan maksimal, lanjut Amran, Kementerian Pertanian juga akan mendorong untuk membangun industri pangan di Kabupaten Mamuju. Menurut dia, ada perusahaan dari Taiwan dan juga swasta nasional yang siap terlibat dalam pengembangannya.

“Kami ingin nanti membangun feedmill untuk pakan ternak, jadi jagung ini ditanam dulu, kita kan sudah naikkan produksi jagung kan, nah setelah ini berkembang bangun industri pakan ternak, ternaknya kan sudah ada, kita membayangkan pada saatnya nanti yang keluar dari Sulbar ini adalah hasil akhir, sosis, bukan daging, sehingga nilai tambahnya tinggi, mungkin nanti daging dulu yang keluar dan itu minimal, sangat minimal,” tandasnya.

Amran tiba di lokasi pada pukul 07:10 WITA dengan menggunakan helikopter berkelir hitam. Langsung melakukan panen jagung di lokasi yang telah disiapkan. Paen jagung ini dilakukan sambil mengucap hamdalah.

“Bismillah,” ucap Amran sambil memetik jagung.

Turut mendampingi panen jagung, yaitu Bupati Mamuju Tengah, Kapolda Mamuju Tengah, Sekertaris Daerah Mamuju Tengah, Sekertaris Daerah Provinsi Sulbar.

Amran melanjutkan, tanaman jagung terintegrasi dengan sawit untuk kawasan Indonesia Timur baru terjadi di Mamuju Tengah.

“Kalau ini dilakukan semua, negara kita akan kuat, dan di timur ini menjadi yang pertama,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Mamuju Tengah Aras Tammauni mengatakan, luas tanaman jagung yang terintegrasi seluas 19 ribu hektar dari total luas di Kabupaten Mamuju Tengah seluas 3.014 km per segi.

Dari total 3.014 km per segi terdiri dari 5 kecamatan, 56 desa dan penduduk 140 ribu jiwa. Untuk persawahan 11.189 hektar yang merupakan lahan tadah hujan. Luas lahan untuk kakao 13 ribu hektar, sawit seluas 42 ribu hektar, kelapa seluas 2.358 hektar, kopi seluas 1.093 hektar.

“Pak menteri melakukan kunjungan kerja, meskipun ada panggilan dari presiden, tapi beliau tetap menemui para masyarakat Mamuju, kapan ada menteri masuk ke daerah, ini aneh tapi nyata,” tutup Aras.