Foto: Agung Pambudhy

Solid Gold Berjangka Makassar – Pada perdagangan kemarin (07/01) IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 0.35% ke level 6.279,35. Tujuh dari sepuluh indeks sektoral ditutup dalam teritori positif, di mana sektor barang konsumsi dan industri dasar memimpin penguatan masing-masing lebih dari 1%.

Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya HMSP, CPIN, MEGA, BBRI, GGRM. Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (Netbuy) senilai Rp 72 miliar. Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0.37% ke level 13.878.

Pada perdagangan semalam (7/1) bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam zona merah, di mana Dow Jones melemah 0.42%, S&P 500 turun 0.28% dan Nasdaq negatif 0.03%.

Pelemahan tersebut seiring dengan aksi wait and see pelaku pasar menyikapi kelanjutan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang hingga saat ini masih belum mereda. Selain itu pasar juga masih menunggu kepastian perjanjian perdagangan fase I antara AS dan China yang direncanakan akan selesai pada bulan Januari 2020.

IHSG ditutup menguat sebesar 0.35% ke level 6.279. IHSG ditutup bullish candle. Adapun indikator Stochastic melemah dan MACD histogram bergerak turun dengan volume meningkat tipis.

Kami perkirakan IHSG bergerak mixed kecenderungan melemah dengan pergerakan di kisaran 6.252 – 6.306.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin (03/01) IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 0.63% ke level 6.323,47. Sembilan dari sepuluh indeks sektoral ditutup dalam teritori positif, dimana sektor industri dasar dan infrastruktur memimpin penguatan masing-masing lebih dari 1%.

Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya ; BBCA, TLKM, HMSP, CPIN, ASII.

Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (Netbuy) senilai Rp 773 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0.46% ke level 13.930.

Global Review. Pada perdagangan Jum’at (03/01) bursa saham Wall Street kompak ditutup dalam zona merah, dimana Dow Jones melemah 0.81%, disusul Nasdaq dan S&P 500 yang turun sebesar 0.79% dan 0.78%.

Pelemahan tersebut terjadi seiring dengan kekhawatiran geopolitik di timur tengah yang kembali memanas setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) di Baghdad menewaskan Jendral Iran Qassem Solemani dalam serangan udara yang terjadi pada Jum’at sore.

Peristiwa tersebut menimbulkan kepanikan akan adanya perang antar kedua negara setelah pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah akan
melakukan serangan balasan terhadap AS, selain itu kondisi tersebut juga membuat harga minyak naik cukup signifikan pada akhir pekan kemarin setelah adanya kekhawatiran penuruan pasokan minyak global.

IHSG ditutup menguat sebesar 0.6% ke level 6.323. IHSG ditutup bullish candle. Adapun indikator Stochastic melemah dan MACD line bergerak bullish dengan Volume meningkat. Kami perkirakan IHSG bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 6.249 – 6.337 antisipasi sentimen negatif ancaman perang antara AS-Iran.