SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA

SOLID GOLD BERJANGKA MAKASSAR – SEEKOR simpanse yang dikirim ke luar angkasa oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali dengan selamat pada 31 Januari 1961. Simpanse bernama Ham itu dijemput dalam keadaan hidup dan sehat sekira 676 kilometer dari lokasi peluncuran di Cape Canaveral, Florida.

Uji coba tersebut merupakan satu dari banyak uji coba yang dilakukan untuk memastikan manusia dapat bertahan dalam penerbangan ke luar angkasa, berpikir dengan jernih dan melakukan fungsi dan kegiatan lainnya di luar atmosfer bumi.

Ham, yang dinamai menurut Pusat Medis Luar Angkasa Holloman berasal dari Kamerun di Afrika. Dia dipilih dari enam simpanse astronot atau “astrochimps”,  – empat betina dan dua jantan – yang menjalani pelatihan intensif di New Mexico dan Cape Canaveral di Florida.

Simpanse menjadi pilihan dibandingkan anjing – seperti yang digunakan Rusia ke luar angkasa dalam beberapa kesempatan – karena mereka lebih mirip dengan manusia.

NASA melatih Ham untuk menarik tuas sebagai respons dari nyala lampu selama penerbangan. Primata itu sukses melakukan beberapa operasi dan terbang dengan kecepatan 8.000 kilometer per jam di ketinggian 250 kilometer di atas permukaan tanah.

Pada pukul 16.55 GMT, kapsul Merkurius dengan Ham di dalamnya diluncurkan. Beberapa saat kemudian terjadi masalah, karena jalur penerbangan disetel satu derajat lebih tinggi dari yang seharusnya.

Ketika komputer melaporkan adanya penurunan pasokan oksigen, misi tersebut dibatalkan. Namun, karena sudut penerbangan yang terlalu tinggi, kapsul tersebut sudah mencapai ketinggian 253 km di atas Bumi, lebih tinggi dari target yang direncanakan pada 185 km.

Ham selamat di dalam pakaian ruang angkasanya dan tidak merasakan efek buruk dari penerbangannya ke luar angkasa. Secara keseluruhan, dia menempuh jarak 250 km dalam waktu 16,5 menit. Untuk penerbangan selama enam setengah menit lebih sedikit, dia mengalami keadaan tanpa berat dan masih memiliki respons sama baiknya saat berada di luar angkasa dandi Bumi.

Ada lebih banyak masalah saat pendaratan yang disebabkan oleh penerbangan yang lebih tinggi dari perkiraan. Kapsul yang ditumpangi Ham meleset melampaui lokasi pendaratannya di Atlantik di lepas pantai Florida dalam jarak yang lumayan jauh. Ham menunggu tiga jam sebelum ia ditemukan dan diselamatkan.

Saat helikopter penyelamat akhirnya tiba, mereka menemukan kapsul terguling di sisinya dan mulai tenggelam. Wahana itu mendarat dengan keras sehingga perisai panasnya membuat dua lubang di badan kapsul.

Ham berhasil bertahan dari semua itu dan saat pintu pesawat ruang angkasanya dibuka dia menerima sebuah apel dan setengah buah jeruk sebagai hadiah – SOLID GOLD BERJANGKA