Kementerian ESDM

Solid Gold Berjangka Makassar – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung upaya Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam mentransformasi hulu migas. Transformasi hulu migas diharapkan dapat memberikan kesejahteraan pada masyarakat.

Saat membuka rapat kerja SKK Migas, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengemukakan upaya transformasi tersebut sesuai dengan amanat Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945.

“Transformasi ini diharapkan bisa meningkatkan produksi migas nasional secara signifikan agar kontribusi hulu migas untuk pembangunan perekonomian nasional dapat ditingkatkan,” kata Arifin dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (16/12/2020).

Adapun rapat kerja SKK Migas dilakukan untuk memastikan program kerja tahun 2021 sesuai dengan rencana jangka panjang yang telah ditetapkan, guna mendukung pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) di tahun 2030.

“Saya berharap rapat kerja ini dapat menghasilkan rencana kerja (tahun 2021) dan target-target yang jelas, terukur, dan dapat diturunkan sehingga seluruh insan hulu migas dapat memberikan kontribusinya dengan baik,” ulas Arifin.

Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Tutuka Ariadji Menekankan pentingnya proses digitalisasi, strategic alliance serta Enhanced Oil Recovery (EOR) dalam memenuhi rencana jangka panjang SKK Migas. Ia mengharapkan SKK Migas secara rutin memonitor dan mengevaluasi bahkan menghadirkan inovasi atas permasalahan yang ada.

“Sumber kegagalan juga harus dilihat lagi, karena kadang-kadang sumber kegagalan juga menjadi kunci kesuksesan berikutnya,” ungkap Tutuka.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pun berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah terhadap industri hulu migas, berupa berbagai kemudahan dan insentif untuk kegiatan SKK Migas.

“Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi atas dukungan Kementerian ESDM yang telah memberikan kemudahan dan insentif, termasuk dukungannya terhadap upaya SKK Migas mempercepat pembahasan Plan of Development (POD) sehingga memperkokoh pondasi produksi migas di masa mendatang,” ungkap Dwi.

Sebagai informasi, SKK Migas menargetkan produksi lifting minyak sebesar 705 ribu BOPD dan gas sebesar 5.638 MMSCFD. Selain itu, SKK juga menetapkan rencana jangka panjang (long term plan) di samping penetapan Key Performance Indicator (KPI).