SOLID GOLD

SOLID GOLD

SOLID GOLID MAKASSAR – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam kepada para korban serta keluarga atas serangan teror bom yang terjadi di tiga lokasi Gereja di Surabaya pada hari Minggu (13/5/2018).

Sebagai wujud belasungkawa tersebut, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio meminta para pegawai Self Regulatory Organization (SRO) termasuk didalamnya karyawan KPEI dan KSEI untuk mengenakan pakaian putih dengan pita hitam di lengan kanan selama tiga hari.

“Sebagai wujud keprihatinan dan ketegaran atas tragedi di Surabaya kami meminta kepada seluruh SRO dan anak Perusahaan dalam 3 hari ini sejak Senin (14/5/2018) sampai dengan Rabu (16/5/2018) untuk mengenakan pakaian putih dengan pita hitam di lengan kanan,” ujar Tito dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (13/5/2018).

Tito juga menghimbau kepada perusahaan tercatat dan Anggota Bursa (AB) untuk melakukan hal yang sama yaitu mengenakan pakaian putih dengan pita hitam sebagai bentuk ketegaran. “Kami sangat prihatin atas kejadian ini”, tegas Tito.

Tito juga menghimbau kepada seluruh pelaku pasar untuk tetap tenang dan beraktivitas secara normal. Dia juga meminta agar investor dan seluruh pelaku pasar modal tidak bereaksi berlebihan serta tetap optimis terhadap stabilitas keamanan nasional.

“Pengalaman pada teror bom Thamrin 14 Januari 2016, menunjukkan bahwa teror tersebut tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal,” kata dia.

Tito menuturkan, pada saat terjadinya teror bom Thamrin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi sebanyak 77,86 poin atau sebanyak 1,72% di level 4.459,32 poin. Namun koreksi IHSG tersebut hanya reaksi sesaat atau bersifat sementara karena pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama, IHSG hanya ditutup melemah tipis 0,53% dan keesokan harinya justru menguat 0,24%.

“Investor di pasar modal tidak terpengaruh oleh gerakan teror yang terjadi,” imbuhnya.

Tito yakin bahwa pada teror bom Surabaya juga tidak akan berpengaruh besar terhadap aktivitas di pasar modal. Secara fundamental perusahaan tercatat yang tergabung dalam LQ45 menunjukkan kinerja yang solid dengan rata – rata pendapatan meningkat sebesar 15,96% dan laba bersih meningkat 11,68% pada kuartal 1 2018 dibandingkan dengan kuartal 1 2017.

Sementara kondisi pasar juga cukup stabil yang ditunjukkan dengan likuiditas transaksi yang tinggi dengan rata – rata transaksi harian mencapai Rp8,87 triliun atau meningkat sebesar 16,7% dibandingkan 2017 dan frekuensi harian sebesar 387 ribu atau meningkat sebesar 23,7% dibandingkan 2017 – SOLID GOLID