Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.

Solid Gold Makasar – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup negatif. Usai diumumkannya dua orang WNI positif terjangkit virus corona di Indonesia, IHSG betah di zona merah.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sore ini turun ke level Rp 14.173.

Pada pra perdagangan, IHSG menguat tipis 2,3 poin (0,04%) ke level 5.455. Indeks LQ45 bertambah 0,6 poin (0,08%) ke 880.

Pada pembukaan perdagangan, Senin (2/3/2020), IHSG kemudian turun tajam hingga 27 poin (0,5%) ke level 5.425. Indeks LQ45 juga melemah 6,5 poin (0,7%) ke 872.

Hingga sesi I berakhir, IHSG berkurang hingga 55 poin (1%) ke level 5.397. Sedangkan indeks LQ45 melemah 10 poin (1,23%) ke level 868.

Menutup sesi II, IHSG berkurang hingga 91 poin (1,67%) ke level 5.361. Indeks LQ45 turun 20 poin (2,3%) ke level 859.

Perdagangan saham ditransaksikan 504.855 kali dengan nilai Rp 6,8 triliun. Sebanyak 158 saham menguat, 236 saham turun, dan 138 saham stagnan.

Sementara itu, Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 25,409.36 (-1.39%), NASDAQ ditutup 8,567.37 (+0.01%), S&P 500 ditutup 2,954.22 (-0.82%).

Bursa US ditutup melemah pada jumat lalu. Sedangkan fokus untuk minggu ini pada futures dari saham US yang saat ini dibuka melemah. Artinya, investor masih terus khawatir atas kondisi global terutama perkembangan COVID-19 yang mulai memakan korban di luar China khususnya di dalam US sendiri.

Bursa Asia dibuka melemah seiring dengan data ekonomi China yang melemah, dimana aktifitas pabrik pada bulan Februari cukup rendah yaitu PMI hanya tercatat pada 35.7 lebih rendah dari ekspektasi analis pada level 46.

Bursa Asia sore ini mayoritas bergerak positif. Berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 naik 201 poin ke 21.344
  • Indeks Hang Seng bertambah 161 poin ke 26.291
  • Indeks Shanghai menguat 90 poin ke 2.970
  • Indeks Strait terkerek 5 poin ke 3.016

IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas

IHSG ditutup melemah di level 5,452.70 (-1.49%). Pelemahan didorong oleh Misc-IND (-5.85%) dan Agriculture (-4.21%).

IHSG ditutup melemah diakibatkan kepanikan semakin parahnya penyebaran virus corona di berbagai negara, Secara trend terlihat bearish trend masih cukup kuat dan diperkirakan masih akan berlangsung dalam jangka menengah.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 25,409.36 (-1.39%), NASDAQ ditutup 8,567.37 (+0.01%), S&P 500 ditutup 2,954.22 (-0.82%).

Bursa US ditutup melemah pada Jumat lalu. Sedangkan fokus untuk minggu ini pada futures dari saham US yang saat ini dibuka melemah. Artinya, investor masih terus khawatir atas kondisi global terutama perkembangan COVID-19 yang mulai memakan korban di luar China khususnya di dalam US sendiri.

Bursa Asia dibuka melemah seiring dengan data ekonomi China yang melemah, dimana aktifitas pabrik pada bulan Februari cukup rendah yaitu PMI hanya tercatat pada 35.7 lebih rendah dari ekspektasi analis pada level 46.

IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal candlestick membentuk doji dengan tail yang cukup panjang. Stochastic membentuk goldencross mengindikasikan potensi rebound dalam jangka pendek sebelum melanjutkan pelemahan kembali.

Resistance 2 : 5,567
Resistance 1 : 5,510
Support 1 : 5,342
Support 2 : 5,231 – Solid Gold