Solid Gold | Dolar AS Masih Loyo, Pagi Ini di Level Rp 14.061

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih berada di level Rp 14.100. Dolar AS sempat tersungkur dari level Rp 14.500an hingga ke Rp 14.119 pada Sabtu pekan lalu.

Solid Gold Makassar – Kurs Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.061. Pada perdagangan pekan lalu, dolar AS berada di level Rp 13.988.
Demikian dikutip dari data RTI, Senin (22/2/2021). Hingga pukul 09.40 WIB, kurs dolar AS tercatat bergerak di rentang Rp 14.015-14.069.

Jika ditarik dalam satu pekan terakhir, dolar AS tercatat unggul 0,39% terhadap rupiah. Pergerakannya ada di rentang Rp 13.814-14.092.

Sementara jika dalam satu bulan terakhir, dolar AS menguat 0,09% terhadap rupiah. Pergerakannya ada di rentang Rp 13.814-14.126.

Pergerakan dolar AS sendiri pagi ini mayoritas melemah terhadap mata uang lainnya. Mata uang yang paling kuat menekan mata uang Paman Sam di antaranya dolar Taiwan, won Korsel, dan dolar Australia.

Setali tiga uang, rupiah pagi ini juga bernasib serupa dengan dolar AS. Rupiah mayoritas melemah terhadap mata uang lain, di antaranya dolar Taiwan, dolar Australia, dan won Korsel.

Harga Minyak Masih Bisa Loncat Lagi

Perusahaan perbankan dan investasi JPMorgan mengatakan harga minyak mentah bisa terus meningkat. Hal itu didorong karena dua faktor yang kemungkinan juga menumbuhkan ekonomi negara di dunia.

Dikutip dari CNBC, Senin (22/2/2021) menurut Ahli Strategi Pasar Global di JPMorgan Asset Management, Kerry Craig harga minyak mentah dunia bisa naik US$ 5 atau US$ 10 per barel.

“Saya pikir ada ruang bagi harga minyak untuk bergerak sedikit lebih tinggi di lingkungan ini, tetapi kenaikannya tidak lebih dari US$ 80 atau US$ 90 per barel,” katanya.

Dua hal yang kemungkinan mendorong  harga minyak ke depannya,pertama permintaan minyak diperkirakan akan meningkat seiring pulihnya ekonomi global dari pandemi COVID-19. Pemulihan itu seiring vaksin COVID-19 yang terus diperluas.

Kedua, harapan kepada anggota OPEC+ untuk menjaga pasokan minyak. OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, telah berusaha untuk memulihkan industri minyak di masa-masa yang penuh gejolak ini, termasuk jatuhnya harga minyak serta guncangan permintaan bahan bakar utama di tengah pandemi.

Jumat lalu, patokan internasional minyak mentah berjangka Brent berada di US$ 62,91 per barel. Minyak mentah berjangka AS harganya menjadi US$ 59,34 per barel. Baik minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate telah meningkat masing – masing lebih dari 20% sejauh ini pada 2021.