Inggris masuk ke dalam jurang resesi. Ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi Inggris pada kuartal II 2020 yang minus hingga 20,4%, dan kuartal I minus 2,2%.

Solid Gold Makassar – Bos Barclays Jes Staley memprediksi Inggris akan mengalami ledakan ekonomi terbesarnya sejak setelah Perang Dunia Kedua (PD II).

Dirinya optimistis seiring keuntungan yang diperoleh Barclays selama tiga bulan pertama tahun ini meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi £ 2,4 miliar. Barclays adalah bank dan perusahaan jasa keuangan multinasional yang bermarkas di Inggris.

“Kami memperkirakan ekonomi Inggris akan tumbuh paling cepat sejak 1948. Itu cukup spektakuler,” katanya dilansir dari BBC, Senin (3/5/2021).

Program vaksin dan penghematan yang dibangun akan membantu mendorong pemulihan. Staley mengatakan bahwa peluncuran vaksin yang sukses, dan perkiraan ada tambahan £ 200 miliar yang disimpan di rekening bank pelanggan dan perusahaan mengisyaratkan Inggris akan bergabung dengan AS dalam meraih pertumbuhan ekonomi tercepat dalam beberapa dekade.

Peningkatan laba terbaru Barclays hampir seluruhnya didorong oleh rasa percaya diri yang lebih tinggi tentang berapa banyak pinjamannya yang akan dilunasi.

Tahun lalu bank menyisihkan lebih dari £ 2 miliar untuk menutupi risiko bahwa peminjam tidak dapat membayar kembali semua hutangnya. Kali ini mereka hanya menyisihkan £ 55 juta.

Staley tampaknya yakin bahwa meskipun ada bencana terkait virus Corona di negara berkembang seperti India dan lockdown di negara maju seperti Jepang, secara garis besar tampaknya membaik.

Dia juga mengakui bahwa banyak sektor bisnis seperti perhotelan dan rekreasi telah menghadapi keadaan yang sangat menantang dan tidak jelas, banyak pekerja yang masih cuti berharap dapat kembali bekerja penuh waktu – Solid Gold Makassar