Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar.

Solid Gold Makassar – Badan Pusat Statistik mencatat neraca dagang Indonesia pada Januari 2021 surplus US$ 2 miliar. Angka ini berasal dari nilai ekspor US$ 15,3 miliar dan nilai impor sebesar US$ 13,34 miliar.

Adapun angka ekspor tercatat meningkat secara tahunan, namun turun secara bulanan. Sementara untuk impor, angka tahunan dan bulanan tercatat mengalami kontraksi.

“Kalau kita bandingkan Desember 2020 turun sebesar 7,59%. Demikian juga kalau dibandingkan year on year, maka impor Januari 2021 masih kontraksi 6,49% yang terjadi karena penurunan impor migas sebesar 21,90% dan juga non migas sebesar 4%” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Senin (15/2/2021).

Suhariyanto menjelaskan nilai impor mengalami kontraksi, didorong oleh turunnya penggunaan barang, baik konsumsi maupun bahan baku. Angkanya tercatat turun baik bulanan atau tahunan.

“Barang konsumsi misalnya month to month turun 17%. Ada beberapa barang konsumsi yang turun dalam pertama impor bawang putih atau garlic dari Tiongkok, kemudian impor daging beku dari India, impor apel dari Tiongkok turun, kemudian penurunan impor milk and cream dari New Zealand, dan satu lagi adalah anggur segar dari Tiongkok. Itu yang menyebabkan konsumsi turun 17% dibandingkan Desember 2020,” katanya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di level 6.273 atau naik 51 poin (0,82%). Indeks LQ45 juga naik 9 poin (0,96%) ke level 962.

IHSG hingga siang ini berada di level tertingginya di 6.283 dan terendahnya di 6.244. Sebanyak 294 saham naik, 174 saham turun, dan 157 stagnan.

Pada pembukaan pagi tadi, IHSG dibuka di zona hijau. IHSG menguat 21 poin (0,35%) ke level 6.244.

Sementara itu bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dow Jones ditutup 31,458.40 (+0.09%), NASDAQ ditutup 14,095.47 (+0.50%), S&P 500 ditutup 3,934.83 (+0.47%).

Namun data ekonomi menunjukkan bahwa index kepercayaan konsumen mulai melemah ke level 76,2 dari sebelumnya 79 pada bulan Januari. Penurunan tersebut dikontribusikan oleh penduduk dengan tingkat pendapatan sebesar US$ 75,000. Selain itu angka 76,2 berada di bawah konsensus yaitu 80.

Surutnya kepercayaan konsumen seiring dengan terusnya mundur paket stimulus yang akan diberikan pemerintah ke penduduk.

Bursa Asia dibuka menguat. Index China dan Hong Kong masih tutup untuk perayaan imlek Ekonomi Jepang tercatat bertumbuh 12.7% YoY pada bulan Oktober ke Desember pada tahun 2020, angka tersebut di atas konsensus yakni 9,5% YoY.

Berikut pergerakan bursa Asia pagi ini:

* Indeks Nikkei naik 538 poin ke level 30.058

* Indeks Hang Seng libur

* Indeks Shanghai libur

* Indeks Strait Times menguat 8 poin ke 2.934