Geger Razia (Tanpa Menyita) Buku Marxisme

SOLID GOLD MAKASSAR – Sekelompok massa melakukan sweeping terhadap beberapa buku yang dipajang di Gramedia yang disebut berbau paham Marxisme. Diketahui kelompok yang merazia itu ialah Brigade Muslim Indonesia (BMI).

Seorang pemuda yang berada di sebelah kanan yang mengaku sebagai jubir mengatakan pihaknya meminta Gramedia mengembalikan buku-buku itu ke percetakan karena melanggar Undang-undang.

“Sedang melakukan pancarian buku buku berpaham radikal yang sebenarnya telah dilarang undang undang,” kata pria tersebut.

Selain merazia buku berbau Marxisme, kelompok itu turut merazia buku-buku Franz Magnis Suseno. Ketua BMI Muhammad Zulkifli, mengatakan, buku milik Franz menyebarkan ajaran Karl Marx.

Dia mengatakan hal itu setelah membaca sinopsi buku buatan Franz Magnis.

“Kita ini tidak bisa buka itu buku karena disegel, tetapi sinopsisnya itu memang mengarah ingin menjelaskan pemikiran pemikiran Karl Marx, makanya kami anggap dan menduga ada indikasi,” kata Ketua BMI

Dia menyebut informasi soal buku yang menyebarkan paham komunisme berada dari warga. Zulkifli mengatakan pihak pun telah berkoordinasi dengan bagian Intel Polrestabes Makassar dan Intel Kodam Hasanuddin.

“Saya sama-sama intel Kodam turun kok. Jadi kita ini bertindak berusaha berkoordinasi tidak melanggar hukum, tapi kalau kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pihak TNI selain beliau mengarahkan ke kami, selalu mendahulukan tindakan persuasif,” tutur Zulkifli.

Polisi yang mendengar kabar tersebut itu berencana memanggil para pelaku razia. Pihak kepolisian menegaskan razia buku yang dilakukan oleh kelompok Brigadir Muslim Indonesia (BMI) tidak boleh dilakukan.

“Razia buku itu dilarang. Yang berhak melakukan razia adalah aparat penegak hukum,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondhani kepada detikcom.

Dicky menegaskan akan memeriksa BMI selaku pihak yang mendatangi Gramedia.

“BMI akan kita periksa,” tegasnya.

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah akan memanggil ormas BMI terkait razia buku yang dinilai mengajarkan Marxisme di Makassar. Nurdin menyebut tindakan razia buku tak bisa dilakukan semena-mena.

“Kita sekarang lagi mau memanggil ormasnya itu, BMI. Kita mau sampaikan, itu kan ada aturan, tidak bisa semena-mena seperti itu,” kata Nurdin di DPP PDIP, Jakarta Pusat – SOLID GOLD