Gedung saham New York atau yang dikenal sebagai Bursa Saham Wall Street

Solid Gold Makassar – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka meningkat usai regulator kesehatan negeri Paman Sam menyetujui penggunaan darurat plasma darah pada pasien COVID-19 serta adanya laporan yang menyatakan Donald Trump dapat mempercepat vaksin.

Mengutip Reuters, Senin (24/8/2020), S&P 500 dan Nasdaq berada di level rekor, pada pembukaan perdagangan awal pekan ini S&P 500 naik 20,93 poin atau 0,62% menjadi 3.418,09. Nasdaq Composite naik 137,45 poin atau 1,22% menjadi 11.449,25 pada bel pembukaan.

Sementara Dow Jones Industrial Average naik 1247,25 poin atau 0,53% menjadi 28.077,58 pada bel pembukaan.

Keputusan penggunaan darurat plasma darah ini dilakukan menjelang Konvensi Nasional Partai Republik, di mana Presiden AS Donald Trump akan usung kembali untuk memimpin partanya selama empat tahun lagi.

Sementara itu, WHO tetap berhati-hati dalam mendukung pengobatan itu. Sentimen yang membuat pasar modal AS semringah adalah Trump sedang mempertimbangkan pencarian cepat vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca Plc dan Universitas Oxford.

China Dianggap Berisiko, Foxconn Cari Lokasi Baru di Meksiko

Foxconn dan Pegatron serta produsen perusahaan elektronik sedang mencari lokasi pabrik baru di Meksiko. Hal itu menyusul adanya risiko yang tinggi akibat dampak dari perang dagang China dengan Amerika Serikat (AS) serta pandemi virus Corona.

Pencairan lokasi pabrik baru ini juga sebagai upaya Foxconn dan Pegatron memeriksa kembali potensi rantai pasok global (global supply chain).

Mengutip Reuters, Senin (24/8/2020), Foxconn dan Pegatron dikenal sebagai produsen produk ponsel termasuk Apple. Hanya saja, belum ada kejelasan mengenai produk dan perusahaan mana yang akan dikerjakan di Meksiko.

Akan tetapi, rencana pemindahan pabrik ini merupakan sebuah investasi miliaran dolar yang sangat dibutuhkan oleh Meksiko selama beberapa tahun ke depan. Bahkan, bisa menjadi persiapan untuk menghadapi resesi.

Menurut dua sumber,Foxconn berencana membangun pabrik untuk memproduksi iPhone. Namun, salah satu sumber menyebutkan belum ada tanda-tanda mengenai rencana tersebut. Juru Bicara Apple, Josh Rosenstock menolak berkomentar mengenai informasi tersebut.

Sementara Pegatron dikabarkan sedang berkomunikasi dengan salah satu lembaga pemberi pinjaman dan fasilitas tambahan di Meksiko, khususnya untuk merakit chip dan komponen elektronik lainnya. Hal itu juga diungkapkan oleh orang-orang yang menolak disebutkan namanya. Di sisi lain, pihak Pegatron pun enggan mengomentari berita tersebut.

Foxconn memiliki lima pabrik di Meksiko yang fokusnya memproduksi televisi dan server. Rencana ekspansi ini menggarisbawahi pergeseran rantai pasok global dari China di tengah masalah pertang dagang dan krisis Corona.

Pemerintahan Donald Trump sendiri sedang menjajaki insentif keuangan untuk mendorong perusahaan-perusahaan untuk memindahkan pabriknya dari Asia ke Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Karibia.