Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)

Solid gold Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan dana yang dihimpun dari pasar modal akan mencapai Rp 100 triliun hingga akhir tahun. Angka ini di bawah yang ditargetkan semula mencapai Rp 160 triliun.

“Masalah fund rising memang target kita sebelumnya tahun lalu kita Rp 160 triliunan dengan adanya pandemi ini kita kan melihat ada kemungkinan masih bisa mencapai di atas Rp 100 triliun, tapi Rp 100 triliun di atas sedikit,” kata Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen dalam koferensi pers, Senin (2/11/2020).

“Memang kondisi pandemi ini harus kita lakukan penyesuaian target tehadap beberapa target yang dicanangkan sebelumnya,” tambahnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, hingga 26 Oktober terdapat 141 penawaran dengan total dana yang dihimpun Rp 94,4 triliun.”Di pasar modal jumlah penawaran umum mencapai 141 penawaran dengan total penghimpunan dana Rp 94,4 triliun,” katanya.

Wimboh bilang, dari 141 penawaran tersebut, sebanyak 45 di antaranya merupakan penawaran baru.

“Dari jumlah penawaran umum tersebut 45 di antaranya emiten baru sementara dalam rancangan terdapat 49 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi Rp 20,75 triliun,” tambahnya.