SOLID GOLD

SOLID GOLD

SOLID GOLD MAKASSAR – Lampu Stadion Andi Mattalatta tak memenuhi standar yang ditentukan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB). PSM Makassar pun kini terancam menjadi tim musafir.

Ancaman ini diungkapkan langsung oleh Chief Operating Officer PT. LIB, Tigor Shalom Boboy, yang memberikan deadline kepada dua tim Liga 1 2018, Perseru Serui dan PSM Makassar, agar menyelesaikan masalah lampu di markasnya.

Menurut CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, dalam waktu dekat mereka segera menyelesaikan masalah pencahayaan lampu Stadion Andi Mattalatta, sesuai dengan standar PT. LIB yaitu 800 Lux.

“Kami cari alternatif atau menambah lampunya, Insya Allah hari Senin kami bicarakan, dan saya selalu yakinkan kami coba berusaha untuk tetap main di kandang kami,” ujar Munafri Arifuddin

“Mudah-mudahan bisa segera selesai dalam waktu yang ditentukan. Sebenarnya kalau toh ada membeli tidak cukup waktunya,” lanjutnya.

Sementara itu, bagi PSM, mereka hanya tinggal sedikit menambah kapasitas pencahayaan lampu stadionnya, untuk memenuhi seluruh persyaratan dari operator liga.

“Kekurangan tinggal sedikit lagi, tidak sampai sepuluh persen, hanya satu poin itu saja,” jelas Munafri Arifuddin.

Uji coba lampu Stadion Andi Mattalatta diketahui telah dua kali dilakukan dalam pertandingan resmi PSM yang digelar malam hari, yakni melawan Persela Lamongan di pekan ketiga dan PS Tira di pekan kelima Liga 1 2018.

PSM Makassar belum puas meski telah kembali ke jalur kemenangan. Banyaknya gol yang bersarang di gawang mereka jadi alasannya.

Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah untuk PSM. CEO PSM, Munafri Arifuddin, menyoroti banyaknya gol yang menembus gawang timnya di kandang sendiri.

“Ini proses yang kami lewati setelah dua kekalahan di kandang dan tandang. Alhamdulillah sekarang kami menang, harus jadi catatan di kandang enam gol di dua pertandingan bukan hal bagus, ini harus cepat diubah,” ujar Munafri Arifuddin.

Menurut pria yang akrab disapa Appi itu, ada dua faktor yang menyebabkan hilangnya ciri khas permainan PSM, pertama absennya Willem Jan Pluim ke Belanda untuk menjaga ayahnya yang sakit, dan masih absennya striker asing mereka Bruce Djite.

“Kami kehilangan PSM yang bermain taktis, ada dua hal penyebabnya, tanpa Willy (Willem Jan Pluim) kami kehilangan kreativitas di lini tengah ini yang harus ditutupi. Kedua hampir seluruh pemain asing yang direkrut sebagai striker sekarang sudah menuai hasil, kami masih berkutat dalam masa penyembuhan,” kata Munafri.

“Insya Allah saya harap pencinta PSM tunggu sedikit lagi, setelah Willy selesai urusannya, Bruce membaik, kami akan kembali ke performa yang diinginkan,” harapnya.

PSM kini berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan mengkoleksi sembilan poin dari lima laga – SOLID GOLD