© Reuters.  Harga minyak naik ke level tertinggi baru 8 bulann

SOLID GOLD BERJANGKA – Harga minyak meneruskan kenaikan semalam di sesi perdagangan Eropa pada Rabu ini, merangkak naik ke level baru tertinggi delapan bulan di tengah spekulasi data pasokan mingguan karena di sesi selanjutnya akan menunjukkan persediaan minyak mentah AS yang diperkirakan jatuh lebih cepat dari pekan lalu.

Badan Administrasi Informasi Energi AS akan merilis laporan mingguan persediaan minyaknya pada pukul 21.30 WIB, di tengah ekspektasi penurunan sebesar 2,8 juta barel.

Stok bensin diperkirakan turun sebesar 0,7 juta barel sementara stok sulingan yang meliputiminyak bakar dan diesel, juga diperkirakan akan turun 0,2 juta barel, menurut analis.

Setelah pasar ditutup Selasa kemarin, kelompok industri American Petroleum Institute mengatakan bahwa persediaan minyak AS jatuh sebesar 3.6 juta barel dalam pekan yang berakhir 3 Juni dibandingkan dengan ekspektasi penurunan 3,5 juta barel.

Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman untuk WTI turun sebesar 1.3 juta barel lanjut API, sementara persediaan bensin naik sebesar 760.000 barel dan persediaan distilat naik sebesar 270.000 barel.

Minyak mentah untuk pengiriman Juli di Bursa Perdagangan New York merangkak naik ke level harian tertinggi di $50,58 per barel, tertinggi sejak Oktober 9 lalu. Harga terakhir berada di $50,46 pada pukul 14.46 WIB, naik 10 sen, atau 0,2%.

Sehari sebelumnya, harga minyak New York diperdagangkan terdorong 67 sen, atau 1,35%. Minyak mentah berjangka AS naik hampir 85% sejak jatuh ke posisi terendah selama 13 tahun di $26,05 pada 11 Februari lalu akibat didorong sentimen penurunan produksi shale AS.

Namun, dengan harga sekarang di tingkat yang membuat pengeboran lebih ekonomis bagi beberapa perusahaan, jumlah pengebor sumur minyak akan segera bertambah lagi dan penurunan produksi minyak AS dapat berkurang

Menurut penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes, jumlah pengebor sumur minyak di ASmeningkat sembilan di pekan lalu menjadi 325 mengakhiri penurunan mingguan dalam tiga bulan berturut-turut.

Di tempat lain, di Bursa Berjangka ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Agustus terdongkrak 8 sen, atau 0,16%, diperdagangkan pada $51,52 per barel setelah mencapai puncak harian di $51,57, level yang tidak terlihat sejak Oktober 12.

Pada hari Selasa, Brent London diperdagangkan menguat 89 sen, atau 1,76%, dengan laporan serangan militan lainnya terhadap operasi minyak Nigeria.

Harga Brent telah terdukung dengan baik dalam beberapa pekan terakhir akibat gangguan pasokan yang tidak direncanakan di Afrika mengurangi kekhawatiran atas kelebihan pasokanglobal. Harga Brent berjangka naik sekitar 90% sejak turun sesaat di bawah $30 per barel pada pertengahan Februari lalu.

Sementara itu, Brent premium untuk kontrak minyak mentah WTI mencapai $1,06 per barel, dibandingkan dengan gap dari $1,08 pada penutupan perdagangan Selasa kemarin.