Sudah Selayaknya Presiden Jokowi Bersikap Netral di Kontestasi Pilkada

SOLID GOLD BERJANGKA – Presiden Joko Widodo disebut-sebut menjadi penengah antara hubungan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan PDIP yang belakangan memanas. Untuk itu, sikap netralitas Jokowi dalam kontestasi Pilkada DKI mendatang harus lebih dipertegas.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, sejauh ini secara institusi Presiden Jokowi terlihat neral. Sikap ini memang sudah selayaknya dilakukan oleh seorang Presiden.

“Secara institusi saya rasa Presiden Jokowi netral. Meskipun dia memang punya hak poltik, tapi adegan depan panggung beliau harus netral,” kata Dahnil saat berbincang dengan detikcom, Minggu (24/7/2016).

Dahnil mengatakan, sikap netralitas Jokowi ini harus lebih dipertegas. Jokowi harus memberikan dukungan bagi siapa saja yang ‘bertarung’ dalam Pilkada.

“Karena, gubernur itu adalah perpanjangan tangan dari pemerintah pusat, jadi harus dengan terang Pak Jokowi mensupport semua pihak yang berlaga di pilkada,” kata Dahnil.

Sikap mempertegas dukungan ini, lanjut Dahnil penting dilakukan oleh Jokowi, terutama di Pilgub DKI. Pasalnya publik tahu Ahok adalah mantan duet Jokowi di Pilgub DKI 2012 lalu yang kini akan kembali maju di Pilgub DKI 2017.

“Perspektif publik karena Pak Jokowi dekat dengan Ahok, beliau dituduh mendukukung Ahok, karena faktanya Pak Jokowi mantan duet Pak Ahok. Jadi, sikap netralnya harus lebih tegas. Publik butuh sikap yang terang dan tegas. Siapapun yang bertarung itu etika publik bahwa beliau mendukung semua pihak,” ujar Dahnil

Sebelumnya, Partai Gerindra meminta Presiden Jokowi untuk netral dalam Pilgub DKI 2017. Jokowi disebut-sebut menjadi penengah menyusul hubungan Ahok dan PDIP yang memanas.

“Sebagai presiden, Pak Jokowi harus netral,” ungkap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat berbincang dengan detikcom, Jumat (22/7).

Netralitas Jokowi menurutnya bukan hanya dibutuhkan di Pilgub DKI. Namun juga di seluruh Pilkada yang ada di Indonesia. Dasco pun yakin Jokowi tidak akan menodai kepercayaan rakyat dengan ikut mencampuri urusan Pilkada, meski ia diketahui memiliki kedekatan dengan Ahok.

“Presiden harus netral, dan saya yakin Pak Jokowi tidak akan menjual kredibilitasnya untuk seorang Ahok di Pilgub DKI,” ujarnya.

Pihak Istana Kepresidenan sendiri telah menegaskan bahwa Presiden Jokowi netral dalam kontestasi Pilkada. Juru Bicara Presiden, Johan Budi menyebut, Presiden Jokowi tidak mencampuri proses Pilkada di DKI.

“Presiden tidak akan mencampuri gelaran Pilkada DKI. Posisi Presiden netral,” kata Johan, Sabtu (23/7).

Presiden Jokowi tidak akan mencampuri urusan Ahok yang sedang berjuang untuk maju di Pilgub DKI 2017, apalagi sampai disebut-sebut Jokowi melobi Ketum PDIP Megawati agar mendukung Ahok.