renang

 

SOLID GOLD BERJANGKA – Pelatih renang, Albert C Sutanto, tidak mau atletnya menggunakan fasilitas wildcard untuk lolos ke Olimpiade 2016. Jalur kualifikasi dipilih karena yakin dengan kemampuan perenangnya.

Fasilitas wildcard diberikan oleh Federasi Renang Internasional (FINA) terhadap negara yang belum memiliki tiket ke Olimpiade. Tiap negara yang mendapatkan wildcardmendapatkan dua tiket untuk satu perenang putra dan satu perenang putri.

Namun, Albert mengaku tak tertarik untuk mengambil itu. Ia optimistis anak didiknya bersaing di kualifikasi terakhir Olimpiade. “Tidak, kami tidak ambil jalur wildcard. Kami ambil jalur kualifikasi,” kata Albert lewat pesan singkatnya kepada┬áSOLID GOLD.

Dikatakan Albert, saat ini sudah ada empat perenang Indonesia yang telah menembus limit B. Mereka adalah Glenn Victor Sutanto, I Gede Siman Sudartawa, Triady Fauzi Siddiq, dan Aflah Fadlan Prawira. Keempatnya akan mengikuti ajang Prancis Terbuka pada awal Juli mendatang, yang juga menjadi kualifikasi terakhir bagi perenang Indonesia untuk bisa menembus Limit A Olimpiade.

Dari keempatnya, torehan positif telah dicatatkan dua perenangnya yaitu Triady dan Siman. Di Malaysia Open, Mei lalu, Triady hanya terpaut 0,41 detik dari limit A gaya kupu-kupu 100 meter. Sementara Siman di gaya punggung, terpaut sekitar 1 detik pada jarak 100 meter.

“Perenang kita yang lolos limit B kan ada 4 orang jadi tidak fair jika harus memilih salah satu dari mereka. Lagipula wildcarditu biasanya diambil oleh negara yang atletnya tidak mampu lolos kualifikasi, tapi kami lanjut dengan jalur kualifikasi,” ujar Albert.

Ia juga optimistis perenangnya bisa tembus limit A di Prancis nanti, kendati peta persaingan negara-negara peserta cukup kompetitif dan tidak bisa dihindari. “Harus optimistis karena masalah kompetitif itu sudah pasti karena event ini adalah kualifikasi terakhir untuk Olimpiade. Selain itu melihar progress di latihan juga cukup besar peluang lolos limit A,” tutupnya.