SOLID GOLD BERJANGKA – Sudah 5 hari berturut-turut IHSG mengalami pelemahan, Akankah IHSG berbalik arah dengan adanya sentimen positif dari pemerintah yang akan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) badan?

Sebelumnya kita bahas pergerakan bursa saham kemarin.

Bursa Amerika bergerak menghijau pada senin waktu setempat. Indeks Dow Jones ditutup pada level 18.636,05 atau menguat 59,58 poin (-0,32%). Begitu juga dengan Indeks S&P juga menguat 6,10 poin (+0,28%) di level 2.290,18.

Ini merupakan level tertinggi yang kembali dicapai oleh bursa Amerika. Penguatan ini dipicu oleh harga minyak yang berada pada level US$ 45,59 per barel atau menguat 0,90 poin (+2,1%). Penguatan ini juga mendapat sentimen dari hasil sejumlah polling yang dipimpin oleh Partai Demokrat Hillary Clinton jika dibandingkan dengan pesaingnya Republik, Donal Trump.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini melemah 56,64 poin (-1,06%) di level 5.320,56 . Dengan sektor yang paling besar pelemahannya adalah sektor infrastuktur (-2,35%). Sedangkan sektor yang masih mengalami penguatan di saat pasar melemah kemarin adalah sektor pertanian (+0,64%) dan sektor perbankan (+0,04%).

Tahukah Anda bahwa rata-rata pertumbuhan IHSG sejak tahun 2011-2015 bulan Agustus memiliki pertumbuhan rata-rata terendah, yakni -4,63.

Dari tabel tersebut dapat kita simpulkan bahwa pertumbuhan IHSG pada bulan Agustus memiliki pertumbuhan terendah dibandingkan bulan lainnya sejak 2011 lalu.

Seperti yang sudah kita antisipasi dalam #kopipagi 1 Agustus 2016, bahwa pada bulan Agustus ini para pelaku pasar sudah mulai melakukan aksi profit taking sehingga IHSG akan mengalami koreksi setelah menguat sejak Oktober 2015.

Namun, pergerakan IHSG mendapat sentimen positif dari pemerintah yang akan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) badan dari saat ini 25% menjadi 17%.

Apa pengaruhnya terhadap pasar saham?

Pajak merupakan beban yang rutin dikeluarkan oleh perusahaan, beban pajak yang dikeluarkan juga bisa mempengaruhi laba bersih perusahaan. Jika pemerintah memberlakukan penurunan tarif pajak, maka beban pajak yang dikeluarkan oleh perusahaan juga berkurang.

Tanpa disertai dengan peningkatan pendapatan perusahaan secara signifikan, pengurangan beban tersebut akan meningkatkan nilai laba bersih perusahaan. Apalagi jika perusahaan berhasil meningkatan pendapatannya secara signifikan, perusahaan akan memperoleh laba bersih yang lebih besar lagi.

Contohnya:

Dengan mengacu terhadap peraturan PPh saat ini sebesar 25% berikut perhitungan laba bersih yang akan diperoleh perusahaan:
Pendapatan perusahaan 100
Beban pajak yang harus dibayar : 25% kali 100 = 25
Laba bersih perusahaan adalah 75

Jika pemerintah memberlakukan penurunan tarif PPH menjadi 17% , perusahaan akan memperoleh laba sebagai berikut:
Pendapatan perusahaan 100
Beban pajak yang harus dibayar : 17% kali 100 = 17
Sehingga laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan adalah 83.

Dengan pemberlakuan penurunan tarif PPh tersebut laba yang dihasilkan oleh perusahaan akan meningkat, hal tersebut juga akan berdampak terhadap harga saham perusahaan. Dalam menentukan harga wajar saham perusahaan menggunakan variabel laba bersih perusahaan. Sehingga secara umum, jika pemerintah memberlakukan penurunan tersebut harga saham akan juga akan meningkat.

Peningkatan harga saham perusahaan secara keseluruhan juga otomatis akan membuat IHSG menguat. Karena IHSG merupakan Indeks Harga Saham Gabungan merupakan rata-rata harga saham perusahaan yang ditransaksikan di bursa. solid gold berjangka