tutup zona

Solid Gold Berjangka. Pada penutupan perdagangan sore ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tertahan di zona merah dengan penurunan yang lumayan (16/3). Rupiah tergerus turun lagi terhadap dollar AS. Pada perdagangan perdana pekan ini mata uang lokal tersebut terjerumus mundur ke level paling rendah terbaru dalam 17 tahun belakangan.

Rupiah terpukul ke level paling parah sejak Indonesia terkena krisis moneter pada tahun 1998 lalu. Kinerja dollar yang menguat terhadap rival-rivalnya telah membuat mata uang di kawasan Asia melemah. Rupiah juga tidak mampu menahan pelemahan nilai tukar dollar AS tersebut.

Hari ini indeks benchmark di bursa saham dalam negeri sempat melorot turun sehingga membuat minat para pelaku pasar terhadap rupiah makin terpuruk. Di akhir perdagangan IHSG berhasil ditutup naik tipis dibandingkan penutupan perdagangan pekan lalu. Akan tetapi rupiah tidak mampu terangkat.

Mata uang lokal hari ini berakhir pada posisi 13.245,00 per dollar AS. Rupiah mengalami penurunan yang signifikan sebesar 3,70 poin atau 0,30 persen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan akhir pekan yaitu di level 13.205,30 per dollar. Pada perdagangan hari ini rupiah sempat terinjak hingga ke level 13.249,80 per dollar, posis paling rendah yang baru sejak 1998.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi untuk terintimidasi oleh sentiment negatif. Hingga saat ini indikator teknikal masih menunjukkan pola bearish. Belum ada pertanda bahwa rupiah akan sukses untuk melanjutkan kenaikannya terhadap dollar AS.

Mata uang rupiah untuk perdagangan selanjutnya berpotensi mengetes level support kuat pada posisi 13.280  dan 13.300 per dollar. Sedangkan level resistance harian yang akan ditemui jika peningkatan berlanjut pada mata mata uang ini ada di 13.220 dan 13.200 per dollar.